“Main Saham”, Sopir Taksi Ini Untung Besar

Aab Abdullah, seorang supir taksi aplikasi yang sukses mengerti saham. Setiap hari, ia tidak hanya membelah padatnya ibu kota untuk mencari rupiah, tetapi sekaligus memantau Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG. Berawal saat mengemudi taksi konvensional, ia sering mangkal di kawasan Bursa Efek Indonesia. Rasa penasaran pun membuatnya “nekad” mengeluarkan Rp 3 juta hanya untuk membeli saham. Tanpa memandang profesi calon nasabahnya, perusahaan sekuritas tempat Aab bertransaksi, yaitu Mandiri Sekuritas, memang gencar mengincar investor ritel. Pertaruhan risiko Aab kini membuahkan hasil. Dari semula hanya Rp 3 juta, portofolio sahamnya kini sudah di atas Rp 180 juta. Kini dari keuntungannya bertransaksi saham, Aab memiliki mobil pribadi untuk mendukung profesinya sebagai sopir berbasis aplikasi.

Komentar:
cara ikut dptr ny gmna,bolehh minta inpo ny
Anda langsung datang saja ke perusahaan sekuritas untuk membuka rekeningnya

Lino bisa minta alamat,atw nmr yg bisa d hubungi ny nda…

hmm, saya juga ngga tau persis alamatnya, coba cari saja perusahaan sekuritas di google, tapi saya membuka rekening sekuritas waktu itu saat ada pameran di kampus saya. kalau anda mau, saya kemaein menlihat bukalapak merilis fitur baru bukalapak reksadana mungkin anda bisa melihatnya terlebih dahulu

apa sudah dapat infonya?

main judi 😀

cari perusahaan yg halal dari 500 prusahaan yg terdaftar di BEI 300 perusahaan merupakan perusahaan syariah.

beks dia ambil 60an, buang 100an. gue ambil 90 buang 60 😢 investor nyangkut wkwkw

FeaturedPosted on Categories Saham
Top

31 Perusahaan Sekuritas Turut Berpartisipasi di Pameran Yuk Nabung Saham


Kami punya info yang menarik khususnya bagi anda yang ingin memiliki saham tapi tidak memiliki dana yang besar. Don’t worry. Sekarang siapapun bisa loh memiliki saham hanya dengan membuka rekening efek sebesar 100 ribu rupiah saja. Seperti apa? Berikut liputannya.

Inilah suasana pameran yuk nabung saham, sebanyak 31 perusahaan sekuritas siap menjelaskan seluk beluk investasi saham kepada anda. Eits. jangan minder dulu, sekarang tak perlu uang banyak untuk memiliki saham. Khusus di pameran yuk nabung saham setoran awal yang biasanya 1 juta rupiah sekarang menjadi 100 ribu rupiah. Kampanye ini memang bertujuan untuk menumbuhkan ketertarikan investasi masyarakat Indonesia.

Gilman Pranada
Kita berusaha memasyarakatkan pasar modal dan juga memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa memang sudah saatnya kita beralih dari saving society menjadi investment society. Karena semakin kedepan potensi negara kita semakin besar dan kita butuh lebih banyak investor.

yuk-nabung-sahamBursa efek Indonesia juga telah mengubah kebijakan minimal pembelian saham yaitu 1 lot yang awalnya terdiri dari 500 lembar menjadi hanya 100 lembar saham. Yang berarti 1 lot saham terendah bisa dibeli dengan 500 rupiah saja. Investasi saham yang semakin murah ini pun berhasil menarik minat pengunjung. *Dulunya waktu jaman baru ikut trading saham kalau tidak salah 1 lot adalah 400 lembar. Jadi jumlahnya memang lebih besar, dan kadang kita harus punya modal awal yang besar untuk berinvestasi saham. Tapi untungnya sekarang sudah berubah karena mungkin rencana pemerintah untuk menarik masyarakat biasa lebih banyak masuk ke pasar modal. Sebab selama ini dari jaman nenek moyang, kita cuma diajarin nabung, dan nabung. Bukan berinvestasi.

Padahal kalau menabung, kita tidak bisa progress banyak. Cuma memakan bunga dibawah 4 persen per tahun. Ga ada manfaatnya. Kalah sama inflasi, dan nilai uang kita bisa tergerus. Makanya lebih baik mayoritas dana anda dialokasikan untuk berinvestasi. Kalau tidak mau di investasi saham, bisa juga reksadana, karena ada kok pilihan instrumen investasi yang rendah resiko kayak pasar uang dan obilgasi jangka panjang (pendapatan tetap).

Yunita Robert
Tertarik sih jangka panjang kan gak harus simpan uang di bank biasa aja. Kita bisa pakai saham supaya return nya lebih tinggi.

Selain modal investasi yang makin terjangkau transaksi jual beli saham pun semakin mudah. Bisa diakses kapanpun lewat aplikasi smartphone. Tertarik menabung saham?

FeaturedPosted on Categories Saham
Top

[SAHAM UNTUK PEMULA] PERTANYAAN AWAM TENTANG SAHAM

hi guys..
video kali ini gue akan Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering terpikir di benak orang yang awam dengan dunia saham.. sorry kalo bahasanya agak berantakan..
Buat kalian yang ingin tanya hal lain tentang saham, silahkan comment di bawah..

Thank you and Subscribe!!!

Komentar:
Saya kurang setuju sebetulnya kalau dibilang saham itu zero sum game. Ketika di satu sisi ada yang menang (profit), di sisi lain ada yang kalah (loss). Tidak selamanya seperti itu. Karena jika suatu saham yang sedang uptrend, kita bisa membeli di harga high dan sell higher. Jadi, misalnya si A membeli saham XYZ di harga Rp. 500, lalu dijual ke investor B di harga Rp. 700. Investor B menjualnya ke investor C di harga Rp. 800. Kemudian Investor C menjualnya ke investor D di harga Rp. 1.000

Meminjam definisi yang anda bilang loss opportunity, misalnya saya beli saham A di harga 500, target saya jual di 700. Dan memang target tercapai, sahamnya naik dan saya jual di 700. 1 bulan kemudian, naik ke 750. Menurut anda, apakah saya loss di sini? Atau mungkinkah ada orang yang loss di sini (karena konsepnya adalah zero sum game)…

Anda tidak mengalami capital loss pak.. tpi anda mengalami opportuity loss sebesar 50.. Mungkin anda bisa googling tentang apa itu opportunity loss pak.. thank you pak Wandy..

dikota saya pekan baru ada yg menawarkan jual beli saham,nama perusahannya rivan,kalaw boleh nanta apa rivan itu aman?saat ini saya masih sangat awam,kira2 aman ngak ya?

Daryl udh brp lama maen saham….bikin vdeo tntang obligasi dunk….

Saya dari 2008.. lagi fokus bikin yang saham dulu nih.. klo obligasi masuknya tipe yang fixed.. gak terlalu ribet.. mungkin di banyak informasi yang bagus untuk obligasi di internet dan cukup mudah dipelajari.. 🙂

owh lama juga ya….semangat daryl….ok deh thanks ya…..😄😊q baru mau mulai nih…tp masih minim pngtahuan….jdi mau berguru dulu sama kamu..

FeaturedPosted on Categories Saham
Top

Rekening Saham Online Mandiri Sekuritas


Rekening Saham Online Mandiri Sekuritas – MOST Online Account Opening: The First Digital KYC in Indonesia: Inovasi terbaru dari Mandiri Sekuritas untuk Anda yang ingin bergabung menjadi investor pasar modal dimana pun Anda berada. Caranya mudah, Anda cukup kunjungi www.most.co.id/register dan lengkapi data diri serta dokumen yang dibutuhkan.

www.most.co.id
Twitter : @Mandiri_OLT
Facebook : Mandiri Sekuritas Online Trading
Yahoo Groups: Mansek_Investor_Club

Top

Diskusi Investasi Pasar Modal Part 2


Video ini secara umum menjelaskan tentang berinvestasi di pasar modal. Bagian kedua ini berisi tentang struktur pasar modal Indonesia, peran perusahaan efek sebagai broker, underwriter, dan manajer investasi, produk-produk pasar modal indonesia, berinvestasi di Saham, serta perbedaan pasar perdana (IPO) dan pasar sekunder.

Pembicara dalam video ini adalah Ihda Muktiyanto, DBA candidate dari Victoria University, Melbourne. Video ini diambil dalam acara Diskusi Terbuka Investasi di Pasar Modal Indonesia yang diselenggarakan di Melbourne, Australia (Desember 2011). Video courtesy Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) ranting Victoria, Ministry of Finance Link (MoFILink), VUISA, dan MIIS.

Posted on Categories Saham
Top

Cara Mudah Memulai Investasi Saham yang Aman


Penasaran dengan investasi saham?

Pengen tau lebih banyak tentang investasi saham?

Yuk simak video pendek ini!

Ingin tahu lebih lanjut? Bisa langsung tanyakan ke kita di:

facebook: https://www.facebook.com/educationsystemindonesia/

atau bisa melalui komen dibawah ini ^^

~Membeli Saham Berarti Kita Memiliki Perusahaan Tersebut, ayo berinvestasi saham jangan hanya menggunakan produknya tapi miliki juga sahamnya. Transaksi mudah dan aman.~

Pengen tau hal lain selain topik video ini? Bisa langsung kontak kita untuk request video! ^^

Enjoy!

Posted on Categories Saham
Top

Ellen May Tips Manajemen Portofolio dan Keuangan


Dalam berivestasi di pasar keuangan, portofolio adalah salah satu aspek yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Portofolio akan menentukan imbal hasil (return) yang Anda inginkan agar optimal. Ada tiga faktor utama yakni modal, tujuan dan risiko.

Pakar keuangan saham Ellen May mengungkapkan, portofolio secara sederhana bisa disebut kumpulan aset investasi, bisa berupa properti, deposito, saham, emas, obligasi, atau instrumen lainnya. Portofolio saham adalah kumpulan aset investasi berupa saham, baik yang dimiliki perorangan atau perusahaan.

Ada lagi yang disebut manajemen portofolio, yakni cara mengelola kumpulan aset untuk mencapai tujuan investasi. Salah satu cara mengelola portolio adalah dengan meminimalkan resiko. “Sebelum melakukan manajemen portofolio, sebaiknya Anda cek dulu profil investasi masing-masing,” kata Founder Ellen May Institute ini.

Ellen mengungkapkan, dalam berinvestasi perlu memperhatikan COR yakni Capital (modal), Objective (obyektif), dan Risk (risiko). Bagi Anda yang memiliki modal kecil, sebaiknya digunakan untuk investasi, bukan untuk trading saham karena kurang likuid. “Modal kecil juga membuat pemilihan saham terbatas dan perlu memperhitungkan biaya trading karena otomatis fee akan lebih besar,” kata Ellen.

Berikutnya tutur Ellen adalah objective atau tujuan. Apa tujuan Anda membeli saham? Kalau tujuannya untuk tabungan anak atau dana pensiun, investasi tahunan dengan metode menabung saham cocok bagu Anda. Menabung saham bisa dianalogikan secara sederhana layaknya mengelola reksa dana.

Faktor yang ketiga dalam mengelola portofolio adalah profil resiko. Seperti kita ketahui, saham adalah investasi yang cukup beresiko apa lagi jika tidak disertai ilmu yang benar. “Pasar saham bisa bergejolak dengan cepat,” kata Ellen yang juga penulis buku “Smart Trader Not Gambler” ini.

Poin utama dalam profil risiko adalah seberapa besar komitmen Anda untuk meminimalkan resiko. Investasi atau trading saham bukan orang yang berani ambil resiko, tapi justru orang yang disiplin membatasi resiko.

Profil risiko sangat berhubungan dengan karakteristik investor, yakni tipe konservatif, moderat dan agresif. Investor Konservatif cenderung menghindari resiko dengan mencari sesuatu yang aman. Biasanya tipe investor ini adalah para pensiunan yang hanya ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari saham.

Investor konservatif biasanya memilih saham dengan fundamental bagus dan menyimpan dalam jangka panjang. Para investor konservatif tidak terlalu suka dengan fluktuasi.

Sementara investor moderat yaitu investor yang memiliki tingkat toleransi resiko lebih tinggi, asalkan imbal hasilnya sepadan. Tipe investor moderat memiliki kemampuan menanggung resiko sedang, namun ekspektasi imbal hasil lebih besar dari deposito misalnya (10 persen-20 persen per tahun). Adapun investor agresif cenderung aktif melakukan spekulasi beli dan jual saham.

Yang sering terjadi adalah banyak investor ingin mendapatkan untung besar tapi tidak mau membatasi resiko. Padahal dalam investasi berlaku prinsip High Risk High Return. Investasi yang menawarkan imbal hasil tinggi, tentu memiliki risiko.

Adapun risiko itu sejalan dengan tingkat pengetahuan investor. Semakin teredukasi dan semakin tinggi jam terbang investor, risiko akan mengecil. Semakin kecil bingkai waktu investasi, semakin besar risikonya. Oleh karena itu pemula sebaiknya mulai dari bingkai waktu panjang dulu.

Top

Tito Sulistio: Dahsyatnya Nabung Saham!


Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan, dalam praktiknya calon investor bisa datang ke bank untuk membuka rekening tabungan seperti biasa. Nantinya sejumlah dana ditempatkan pada rekening bank tersebut secara rutin.

Langkah selanjutnya adalah membuka rekening investasi dengan membuat akun identifikasi investor (single investor identification/SID) pada broker atau perantara perdagangan saham.

Saat ini sudah banyak broker saham yang bekerjasama dengan pihak Bank serta menempatkan karyawan di kantor-kantor bank sehingga calon investor cukup melakukan kunjungan ke satu lokasi saja untuk melakukan pembukaan rekening dan SID tersebut.

Nantinya, lanjut Tito, uang yang disimpan dalam rekening bank akan dipotong secara otomatis (autodebet) untuk dibelikan saham ataupun produk reksa dana yang disetujui oleh investor. “Jadi seperti menabung di Bank saja. Setor rutin Rp 100-250 ribu saja sebulan. Nanti autodebet uangnya untuk dibelikan saham,” jelas dia.

Top

Investasi Saham Seperti Menabung di Bank


(Antara)-Bursa Efek Indonesia mengajak masyarakat untuk menabung saham dalam kampanye yuk nabung saham. Kampanye yuk nabung saham diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap investasi saham yang selama ini dipikir rumit dan sulit.

copyright © AntaraTV
LKBN Antara – Indonesia

http://www.antaranews.com
https://www.facebook.com/antaratv.kantorberitaantara?ref=hl

You can also see our video on :

1.Antaranews : http://www.antaranews.com/video
2.Youtube channel : https://www.youtube.com/user/antaratvnews (antara tv)
3.Yahoo : https://id.berita.yahoo.com/video/
4.Twiter : https://twitter.com/antaratvjakarta
5.Facebook: https://www.facebook.com/antaratv.kantorberitaantara?ref=hl (fan page)
6.Mivo : http://www.mivo.com/#/antaratv (live streaming)

Uploader :
budywearsprada@yahoo.com
rudiang.reswi@gmail.com
PERUM LKBN Antara
WismaAntara
@NewsRoom
Jl. Medan Merdeka Selatan 17

Top

Investasi Rp 100.000 di Reksa Dana, Setahun Bisa Untung 30%


Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar melek investasi. Salah satunya melalui kegiatan Pekan Reksa Dana Nasional 2015.

Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan bagi masyarakat. Hanya dengan menyisihkan Rp 100.000 per bulan, Anda sudah bisa berinvestasi.

“Mudah dan terjangkau, itu sudah menjadi target OJK agar coverage semakin luas. Dengan Rp 100.000 bisa investasi, bisa dijangkau hampir seluruh masyarakat,” ujar Direktur Pengelolaan Investasi OJK Fakhri Hilmi di Menara Radius Prawiro, komplek Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat (24 April 2015).

Dia menjelaskan, untuk pembelian awal masyarakat bisa langsung mendatangi agen-agen penjual reksa dana. Bisa juga melalui kantor bank yang menjual reksa dana.

Reksa dana banyak macamnya. Ada reksa dana pendapatan tetap, campuran, pasar uang, dan saham.

“Reksa dana sekarang untuk pembelian awal sudah ada yang Rp 100.000. Ada reksa dana berbasis obligasi, ada yang saham. Kalau saham rata-rata return 20-30% per tahun,” sebut dia.

Di tempat yang sama, Ketua APRDI Denny R Thaher menambahkan, untuk memilih reksa dana, tentunya bukan mana yang lebih bagus tapi apa tujuan dan berapa lama tujuan investasi kita. Likuiditas juga perlu diperhatikan.

“Dari situ baru tahu harus masuk mana. Ini bukan hanya untuk pemula, yang paling penting adalah investasi dilakukan secara reguler dan berkala. Investasi bisa dilakukan bukan hanya market lagi bagus tapi harus rutin,” tegas Denny.
sumber_http://finance.detik.com/read/2015/04/24/120052/2897181/6/investasi-rp-100000-di-reksa-dana-setahun-bisa-untung-30?f9911023

Top